Kegelapan masih menyelimuti bumi,semua orang masih tertidur lelap dengan kasurnya yang nyaman. Tapi aku sudah terbangun dengan menggendong sebuah keranjang besar yang ukurannya lebih besar dari tubuhku yang mungil. “Ya Tuhan,semoga apa yang ku kerjakan hari ini,akan membuatku sukses nanti,amin.” Doaku dalam gelap. Aku ini hanya seorang tukang sapu yang bertugas membersihkan jalan di pinggir kota. Kadang hati ini iri sekali melihat anak seusiaku pergi bersekolah,sedangkan aku harus bekerja untuk mengais makanan. Banyak orang yang mencela pekerjaan ku,kadang aku sampai menangis mendengar omongan orang orang tentang diriku. “Sebenarnya,apa yang salah dengan pekerjaan ku? Pekerjaan ku halal,aku juga tidak mengganggu orang lain,tapi kenapa orang orang senang sekali mentertawakanku.” Pikirku.
Dari pagi hingga malam,pekerjaanku hanyalah membersihkan lingkungan agar bersih dari sampah. Aku memang bukan pemulung,aku ini tukang sapu jalanan. Tapi kadang aku sering mencari sampah yang dapat di daur ulang,itu salah satu caraku untuk membersihkan lingkungan. Aku hanya ingin mengurangi jumlah sampah di kota tempat ku berada. Aku ingin lingkungan tetap bersih.
Setiap hari jumlah sampah semakin meningkat,semua orang tak pernah perduli akan lingkungan,hanya orang orang kecil sepertiku yang merasa bahwa lingkungan berarti bagi hidup manusia. Jika jumlah sampah meningkat,itu tandanya pekerjaanku semakin berat,mungkin itu semua tidak sepadan untuk anak seusia ku. Mengapa hanya orang orang sepertiku yang sadar akan lingkungan? “aku tidak habis piker,mengapa orang orang yang berpendidikan tidak perduli akan lingkungan yang mereka tempati,aku saja yang tidak bersekolah,masih bisa berfikir untuk menjaga lingkungan.” (sambil meneteskan air mata).
Aku ingin sekali lingkungan di kota ini benar benar terbebas dari sampah,sungai sungainya bersih,di sepanjang jalan tak terlihat sampah,taman kota menjadi rindang,dan pepohonan dimana mana. Mungkin jika semua itu sudah terlaksana,pekerjaanku sebagai tukang sapu akan selesai. Aku bermimpi,bahwa aku akan menjadi pengusaha barang barang hasil daur ulang.
Tapi aku juga sadar dan aku tahu,mungkin mimpi dari seorang bocah tukang sapu sangat sulit untuk di wujudkan,apalagi aku ini tidak pernah memakan bangku sekolah. Tapi aku bertekad agar nanti saat aku sudah dewasa,aku bisa merasakan dampak positif dari apa yang ku lakukan sekarang.