ini cerpen pertama riana yang di ketik panjangggggggggggggggggggggggggggg:) selamat membaca :)
hay,nama aku Sisil,sejak lahir,aku tidak pernah tau apa arti cinta dan bagaimana rasanya di cintai seseorang,sejak aku terlahir di dunia ini,aku hanya bisa melihat dan mendengar :) tapi aku tidak bisa berbicara. Ibu ku meninggal saat melahirkan ku,aku tidak tau apa ini rencana tuhan atau memang ini murni kesalahanku. Setelah ibu meinggal,ayah menjadi benci padaku,aku tidak pernah di beri perhatian olehnya,dari kecil aku selalu di rawat berpindah pindah tangan. Artinya,siapa saja boleh merawatku,entah saudara ku atau tetangga yang berhati emas yang kasihan melihat seorang bayi tak punya ibu. Waktu itu aku hanya seorang bayi yang tak tau apa apa. Hidupku masih berjalan lancar,aku juga masih belum menyadari bahwa aku tak bisa bicara
--------------------------------------------------------------------------------------------
Ayah : "SISIL,DIMANA KAMU? CUCI BAJUUUUUUU"
sekarang,aku sudah berusia 6 tahun,aku sudah menyadari berbagai macam kekurangan yang ku derita,aku juga sudah menyadari bahwa ayah tak pernah mencintaiku. Setiap ayah menatapku,ayah selalu kesal,dan aku hanya bisa menangis. Aku tau kenapa ayah begitu kesal saat menatap ku,mungkin saat ia menatap wajahku,ia menjadi teringat ibu,dan dia ingat betul bahwa akulah penyebab ibu meninggal. Setiap hari aku selalu mengerjakan pekerjaan rumah yang tak lazim di kerjakan oleh anak seusiaku,harusnya aku masih bisa bemain di luar sana. TAPI,jika ayah ku mengijinkan aku untuk bermain di luar rumah pun,pasti aku menolak,karna aku takut menjadi bahan ejekan karna aku berbeda dengan anak anak lain.
Sisil : "aaa enggg "
Ayah :"TAK USAH MENJAWAB,bicara mu tidak jelas,aku tidak mengerti !! sekarang ayah mau pergi ke kantor,pulangnya bisa jam 10 malam! uang untuk makan ada di meja kerja ayah,ambil aja!"
Begitu sakitnya saat mendengar bawa ayahku sendiri tidak menginginkan ku untuk bicara :'(
Hari hari ku selalu aku habiskan untuk menangis,dan meratapi nasib. Kadang aku berfikir,jika ibu masih hidup,apa dia bisa menerima ku? aku takut ia akan menolak kehadiranku sama seperti ayah yang tidak ingin aku menjadi anaknya :'(
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
*dikamar*
toktoktok
Sisil : "engggggg? uuu" aku yakin pasti seseorang di luar sana tak mengerti apa yang aku bicarakan,akhirnya aku membuka pintu,dan terkejut,ternyata itu nenek
Nenek : "Sisil,mulai hari ini nenek akan tinggal disini sama Sisil,nenek mau menjaga Sisil:)"
Sisil : (hanya menangis)
Ya tuhan,di dunia ini hanya nenek yang sayang padaku,hanya nenek yang mengasihiku,hari ini aku bahagia sekali yah tuhan,rasanya ingin menangis sekuat tenaga :'(
Nenek : "kamu udah makan?"
Sisil : (Menggeleng)
Nenek : "nenek bikinin makan yah? Kamu tunggu disini"
Sisil : (tersenyum)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jam dinding menunjukan pukul 11 malam,tapi ayah belum pulang,aku khawatir,aku takut terjadi sesuatu pada ayah,tadi pagi ayah bilang kalau dia mau pulang jam 10,tapi sekarang sudah jam 11,aku jadi panik..
Ayah : (membuka pintu)
aku senang sekali,semua rasa cemas ku hilang berterbangan begitu saja,ingin rasanya memeluk ayah,tapi mungkin dia akan menolak.
Saat ayah melihatku berdiri di belakang pintu,ayah hanya menatap sinis dan pergi begitu saja,tak ada satu kata pun terlontar dari mulutnya. Aku ingin sekali ayah bertanya "kenapa kamu belum tidur?" atau "haloo nak,ayah bawa makanan untuk kamu" :'( TIDAKKKKKKKKK !!!!!!!!!!!!!!!!! aku tau itu semua hanya mimpi,AYAH AKAN BERTANYA SEPERTI ITU? ITU MUSTAHIL !!! Aku sudah mempunyai nenek yang sayang padaku saja sudah bersyukur pada tuhan. Tapi itu tidak cukup,aku butuh cinta dan kasih sayang seorang ayah :'( aku tidak tau bagaimana rasa sayang ibu kepada anaknya,apa aku juga tdak boleh untuk tau rasa sayang seorang ayah? :'( aku ingin memberontak !! aku ingin mengeluh pada tuhan dan bicara "TUHAN TIDAK ADIL!!! AKU TIDAK PUNYA IBU SEMENJAK LAHIR,AKU PUNYA AYAH TAPI SEPERTI TAK PUNYA AYAH,AMBIL SAJA NYAWAKU JIKA KAU MAU"
tapi hati kecilku bilang bahwa rencana tuhan akan indah pada waktunya
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari ini hari pertamaku sekolah di SD,aku sengaja tidak sekolah di sekolah luar biasa,aku memilih untuk sekolah di sekolah biasa,sama seperti orang normal lainnya. Setiap pagi,nenek yang selalu mengantarku ke sekolah,BUKAN AYAH :") .. yah tak apalah yah,setidaknya aku punya seseorang yang bisa ku anggap ibu,walaupun aku tau kalau IBU TAK AKAN BISA DI GANTIKAN SIAPA PUN..
di sekolah aku selalu di ejek,tapi aku hanya bisa diam,dan tersenyum,aku sabar dan mengelus dada. Semua ejekan itu terasa sudah akrab di telinga ku,sampai aku menginjak bangku sekolah menengah pertama (SMP). Sama seperti sebelumnya,aku sekolah di sekolah biasa,dan aku selalu di ejek.
Sampai pada suatu siang,ada seorang pria menghampiriku,dia bernama Rian
Rian : "haii" (mengulurkan tangan)
Sisil : (menyambut tangan Rian)
sisil tau,pasti ini jabat tangan salam perkenalan,tapi Sisil bingung,jika ia bicara,pasti Rian tertawa,kalau dia diam juga dia salah,akhirnya dia mengambil secarik kertas dan menulis "Nama aku Sisil,maaf yah aku ga bisa bicara"
Rian : "aku tau cantikk :)"
Sisil : (tersipu malu)
Rian : "pulang yuk,aku antar sampai rumah deehh,mau?"
Sisil : (mengangguk kecil)
Rian : "itu pasti artinya IYAH kan? Ok deh,yuk jalan"
di jalan,Rian selalu menggandeng Sisil. Pada saat itu Sisil menyadari,sudah ada 2 orang di dunia ini yang menghargai keberadaannya:") tapi tetap saja dia juga butuh cinta ayah
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
*diruang tamu*
sisil sedang menulis di kertas
Nenek : "kamu sedang nulis apa nak?"
Sisil : (menggeleng)
Nenek langsung duduk di samping Sisil
Nenek : "Sisil,kamu sudah besar,nenek tidak bisa menjagamu lagi,nenek mau pulang ke kampung,kamu baik baik yah disini sama ayah? Besok pagi nenek harus ke Bandara,kamu mau antar?"
seketika Sisil berhenti menulis,ia menangis,menjerit dan menjambak rambutnya sendiri,ia bingung dengan perasaannya,ia tidak ingin neneknya pergi,hanya neneknya dan rian lah yang benar benar sayang padanya. Jika nenek pergi,berarti hari harinya dirumah akan sunyi lagi seperti dulu saat pertama ia sadar bahwa ia kekurangan.
Sisil langsung menulis di kertas "AKU GAMAU NENEK PERGI!!! NENEK HARUS TETAP DISINI,AKU BUTUH NENEK,AKU BUTUH KASIH SAYANG NENEK,AKU GAK PUNYA SIAPA SIAPA LAGI,AKU MEMANG PUNYA AYAH,TAPI IA TAK MENGINGINKANKU NEK,AYAH TIDAK PERNAH PERHATIAN PADAKU,AKU GAK MAU NENEK PERGI,TETAP TINGGAL NEK,AKU SAYANG NENEK" Sisil menangis menjerit sekencang mungkin di pelukan neneknya
Nenek : "Tidak bisa sayang,nenek harus pulang,ayah kamu sayang pada kamu,percayalah"
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Setelah nenek pergi,aku makin terpukul,aku tidak mau melihat ayah karna takut,setiap pulang sekolah,pasti aku langsung mengurung diri di kamar, aku tidak mau terlalu lama bertemu dengan ayah. Aku takut,takut sekali.
Ini adalah bulan bulan dimana aku akan melaksanakan Ujian Nasional,aku ingin sekali Ayah datang saat pengumuman kelulusan nanti,selama ini selalu nenek yang datang dalam acara acara sekolah. Aku ingin menunjukan pada ayah bahwa aku bisa,aku bisa membuat ayah bangga,aku bukan sampah di hidup ayah
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
*Di kamar Ayah*
"ayah sebenarnya sayang sama kamu nak,tapi ayah TELAT,telat memberikan kasih sayang ayah sama kamu,ayah harusnya merawatmu dari dulu,sejak kamu kecil,ayah sangat merasa bersalah,ayah malu pada diri ayah sendiri,maafkan ayah Sil"
Ayah Sisil menangis saat sadar bahwa ia bersalah,harusnya ia bisa terima kenyataan bahwa istrinya meninggal karna memang ini takdir tuhan,bukan karna Sisil.
------------------------------------------------------------------------------------------------------
*HARI INI TIBA*
Ujian Nasional sudah lewat,sekarang aku tinggal menunggu hasil. Besok adalah waktunya,semua orang tua murid di harapkan datang ke sekolah untuk mendengarkan siapa yang lulus dengan nilai tertinggi. aku tau jika aku minta ayah untuk datang,pasti ayah tidak mau. Yasudahlah aku juga tidak bisa memaksakan. Saat pengumuman tiba,jantungku berdebar lebih kencang...
guru : "dann yang lulus dengan nilai tertinggi di sekolah adalah seorang siswi yang ternyata berbeda dengan kita,dia adalah........................................................"
yah tuhan,aku berharap itu adalah aku
Guru :" SISIL,beri tepuk tangan anda untuk siswi smp kita yang berbakat,dia memang punya kekurangan tapi ia bisa bersaing dengan orang orang lain yang normal,sekali lagi beri tepuk tangan"
darahku naik,aku tidak percaya bahwa guru ku menyebutkan namaku,tapi seketika aku merasa ada yang aneh pada wajahku,dari hidungku keluar darah,aku mimisan.. Semua orang kaget dan langsung menghampiri ku,tapi ketika itu,aku langsung terjatuh,dan ketika aku terbangun,aku sudah berada dirumah sakit. Yang aku lihat pertama kali adalah "AYAH MENANGIS KARNAKU" yah tuhan,apa ini benar? Jika ayah sayang padaku saat aku sakit seperti ini,buatlah aku sakit terus menerus yah tuhan. Saat aku terbangun,aku mencoba mencari surat yang aku buat saat nenek pertama kali ingin pergi meninggalkanku,surat itu ada di saku bajuku,aku sengaja membawanya,karna aku sudah mempunyai firasat yang aneh tentang hari ini.
Sebelum memberi surat itu,sisil sempat menulis di kertas "AYAH KENAPA MEMANGIS? AKU SALAH YAH? MAAFIN AKU YAH AYAH,AKU SAKIT PARAH SEPERTI,SAKIT INI SUDAH KURASAKAN LAMA YAH,TAPI AKU GAK BERANI BICARA SAMA AYAH,AKU TAKUT AYAH AKAN KESAL. OH IYAH,AKU PUNYA HADIAH BUAT AYAH,AKU LULUS DENGAN NILAI TERTINGGI YAH,AKU JUGA BISA BIKIN AYAH BANGGA,AKU BUKAN CUMA SAMPAH DI HIDUP AYAH,AKU GAK CUMA BISA MEMPERMALUKAN AYAH. SATU LAGI UNTUK AYAH. SURAT BUATAN AKU,AKU UDAH MENULIS SURAT INI LAMA SEKALI YAH." Sisil menangis dan memberikan suratnya pada ayah,Ayah sisil hanya bisa menangis
Ayah : "sisil,maafkan ayah nak,ayah sayang sama kamu"
"Yah tuhan,jangan biarkan anak ku pergi,aku igin menebus kesalahanku selama ini,aku ingin membuat sisil bahagia dalam pelukan ayah,aku adalah ayah tersadis di dunia ini ya tuhan. CABUT SAJA NYAWAKU,JANGAN ANAKKU" aku melihat ayah berteriak dan menangis. Tapi pendengaranku semakin tidak jelas,mataku juga seperti itu. Lama lama mataku terpejam,dan aku tak bisa mendengar apapun,semuanya hening,dan GELAP. Mungkin aku sudah di alam lain,mungkin aku sudah tidak di dunia
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*ISI SURAT SISIL*
Ayah? Sisil sayang banget sama ayah,walaupun ayah gak sayang sama sisil,mungkin penyakit sisil ini akan membuat sisil pergi lebih cepat,dan akan menyusul ibu. Ayah mau sisil pergi kan? Sebentar lagi sisil pergi ko yah. Sisil selalu ingin merasakan kasih sayang ayah,sisil mau di peluk ayah,di cium ayah.sisil mau kaya temen temen sisil yang selalu dapat kasih sayang dari orang tuanya. Sisil tau sisil udah gak punya ibu,sisil hanya punya ayah,tapi sisil ngerasa kalau ayah tuh gak ada,karna ayah gak pernah ajak sisil bicara,sisil emang gak bisa biacar yah,tapi sisil mau di ajak bicara ayah,sisil mau jalan jalan sama ayah,sisil mau beli ice cream bareng ayah,sisil mau makan bareng ayah di meja makan,sisil mau belajar bareng ayah,sisil mau ayah bangunin sisil pagi pagi. TAPI SISIL TAU ITU CUMA MIMPI :") mungkin pas ayah baca surat ini,sisil udah gak ada di samping ayah,satu yang sisil mau,selama sisil hidup,sisil gak pernah kan di peluk ayah? sekarang sisil mohon,saat nafas sisil udah gak ada,dan jantung sisil sudah berhenti berdetak,TOLONG PELUK SISIL AYAH. Sisil sayang ayah,sisil nunggu ayah disana nanti sama ibu,i love you ayah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar